Halaman

Jumat, 17 Mei 2013

Nessun Dorma

Alkisah disuatu negeri yang sekarang bernama China, hidup seorang putri yang yang cantik rupanya, namun dingin hatinya.... Saya sendiri menduga sang putri memiliki masalah attachment (ha!), tapi mari kita tidak menduga-duga dan fokus pada cerita.

Sang putri, seperti putri-putri lain pada umumnya, dicinta dan didamba oleh para pria . Meski demikian, sang putri (yang saya duga memiliki masalah attachment) enggan didekati oleh para pria. Maka untuk menolak para pria yang datang kepadanya, sang putri membuat 3 teka-teki yang jika bisa dijawab dengan benar, maka dirinya rela dipersunting oleh sang-penjawab-dengan-benar-tiga-teka-teki. Tragisnya, jika ada yang datang melamarnya dan menjawab pertanyaan tersebut dengan salah, maka sang-penjawab-dengan-salah-tiga-teka-teki tersebut akan dibunuh dengan kejamnya. Maka para pria yang jatuh cinta kepada sang putri harus berpikir berjuta kali jika ingin mempersunting sang putri karena sang putri seolah-olah berkata kepada para pria: jangan-dekat-dekat-saya-atau-kalian-akan-mati-dalam-kebodohan-karena-mengejar-cinta-alias-rupa.

Singkat cerita, seorang pangeran yang berasal dari negeri antah berantah jatuh cinta kepada sang putri, pada pandangan pertama pula!. Sang pangeran yang terpesona oleh kecantikan sang putri datang menemuinya, dan celakanya bagi sang putri, sang pangeran berhasil menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan benar.

Sang Putri (yang saya semakin yakin memiliki masalah attachment) begitu enggan disunting oleh sang pangeran-penjawab-dengan-benar-tiga-teka-teki. Ditengah kegalauan sang putri, sang pangeran menawarkan kepada sang putri untuk menebak namanya dengan tepat dalam satu malam. Jika sang putri berhasil menjawab dengan benar, maka sang pangeran rela mati, namun jika menjawab dengan salah, sang putri harus rela menikahi sang pangeran.

Sang putri kemudian memerintahkan seluruh penghuni istananya untuk mencari tahu nama sang pangeran, dan jika tidak mampu menjawabnya, maka alih-alih dirinya, sang putri akan membunuh para penghuni istananya. Kejam nian sang putri memang... Sang pangeran, yang berada di bawah cahaya rembulan dan mendengar sang putri memberi perintah, kemudian menyanyikan lagu nessun dorma.

Silahkan cari sendiri lagu atau videonya, berikut saya masukkan liriknya:
"Nessun dorma! Nessun dorma! Tu pure, o Principessa, nella tua fredda stanza, guardi le stelle che tremano d'amore, e di speranza!" 
("None shall sleep! None shall sleep! Even you, O Princess, in your cold bedroom, watch the stars that tremble with love and with hope!")
"Ma il mio mistero è chiuso in me; il nome mio nessun saprà! No, No! Sulla tua bocca lo dirò quando la luce splenderà!" 
("But my secret is hidden within me; none will know my name! No, no! On your mouth I will say it when the light shines!")
Para penghuni istana yang kalang kabut mencari tahu nama sang pangeranpun dikejauhan menyanyikan lirik:
"Il nome suo nessun saprà, E noi dovrem, ahimè, morir, morir!" 
("No one will know his name, and we will have to, alas, die, die!")
Sang pangeran kemudian menyanyikan lirik kemengannya: 
 "Dilegua, o notte! Tramontate, stelle! Tramontate, stelle! All'alba vincerò! Vincerò! Vincerò!"
("Vanish, o night! Fade, you stars! Fade, you stars! At dawn, I will win! I will win! I will win! ")
Sampai disini, sang pengarang cerita menemui ajalnya. Beberapa penulis naskah opera melanjutkan cerita tersebut, namun saya lebih suka mengakhirinya sampai sini saja. dan jangan tanya kepada saya mengapa latar ceritanya China, namun mereka bernyanyi dalam bahasa Italia.

Setelah mendengar ceritanya, saya terkagum-kagum dengan sang pangeran. Mengapa? karena PERTAMA, dirinya berani untuk memperjuangkan takdirnya (dalam hal ini cinta), kesempatannya untuk hidup dan mendapatkan cinta atau mati dan kehilangan segalanya bisa dibilang 50:50 dan dia memperjuangkannya meski resikonya adalah kematian. KEDUA, saya rasa sang pangeran cukup cerdas karena mampu menjawab pertanyaan sang putri dengan benar, dan saya rasa sang pangeran memiliki kesamaan cara berfikir dengan sang putri. Sampai dua alasan tadi, saya rasa sang putri harusnya yakin untuk menikahi pangeran karena dirinya akan hidup dengan pria yang berani memperjuangkannya dan cukup cerdas untuk menemani kehidupan dan menjadi teman diskusinya.

Namun sang putri berbeda, dia masih juga bimbang dan enggan menikahi sang pangeran. Alasan KETIGA saya kagum terhadap sang pangeran adalah karena dia peka, ya, dia mampu menangkap getir keengganan (atau saya lebih suka mengatakan kecemasan) sang putri untuk menjalin hubungan dengan sang pangeran. hal tersebut mengarahkan kekaguman KEEMPAT saya kepada sang pangeran, yakni dia peduli, tidak memaksa, dan memberi kesempatan kepada sang putri untuk menerima dirinya, meski taruhannya (lagi-lagi) adalah nyawa (meskipun saya yakin sang pangeran yakin bahwa sang putri, dengan cara apapun, tidak akan mengetahui namanya). Sang pangeran bisa saja memaksa dan menagih janji sang putri, namun sang pangeran justru memahami keengganan (alias kecemasan) sang putri, dan mengulur waktu agar sang putri mempersiapkan diri. Alasan KELIMA tidak terlalu penting sebenarnya, namun menambah satu point untuk pangeran, yakni, romantisme dan penghayatannya terhadap situasi. Bayangkan seorang pria menikmati malam dibawah taburan bintang sambil bersenandung (iyuuuhhhh, saya sih nggak terlalu suka haha). Ah, adalagi alasan KEENAM yang sebenarnya menurunkan point sekaligus menaikkan point sang pangeran, yakni: mau-maunya nikah sama sang putri, dengan segala arogansi dan kemenyebalkannya. Tapi ya, namanya juga cinta, tidak mengenal apa yang seharusnya dikenal.

Cerita ini tidak berarti apa-apa, tapi karena saya suka lagu nessun dorma, saya jadi berminat menulisnya (boong deng...).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar