Laman

Kamis, 01 November 2012

Ketika cantik berarti sehat

Saya sedang tidak memperdebatkan definisi cantik atau kerelatifan persepsi orang mengenai sosok seperti apa yang bisa dibilang cantik, tapi saya ingin memaparkan bahwa 'cantik' bisa menjadi salah satu parameter sehat. Ada yang mau protes? ok, begini maksud saya, bayangkan ada seorang wanita perempuan yang wajahnya mulus tanpa jerawat, warna kulitnya rata tidak belang-belang karena terkena sinar matahari, dan badannya sesuai atau ideal dengan tinggi badannya alias tidak gemuk. Setelah membayangkannya, maka saya akan menanyakan pertanyaan essensial mengenai perempuan tersebut: 'cantikkah dia??', saya sendiri akan menjawab, IYA! (well, nanya sendiri, njawab sendiri).

Ada yang berpendapat mereka tidak cantik?
(sumber: missworld.com)

Saya bukan seorang fashionista atau orang yang peduli fashion, tapi sangat tepat kalo saya menggunakan kata-kata dari perancang ternama Coco Chanel:

“There are no ugly women in the world, just lazy ones”

 

Yo'i banget kan? di dunia ini nggak ada cewek perempuan jelek, yang ada adalah perempuan pemalas. Malas merawat diri, malas berolahraga, dan malas melindungi diri dari hal-hal yang bisa merusak tubuh.

Saya tidak bilang bahwa saya cantik (karena memang saya bukan), wajah saya ditumbuhi jerawat, lengkap dengan bekas-bekasnya. Bentuk badan saya tidakah langsing bak personil girlsband Korea karena berat badan saya lebih dari yang seharusnya. Kulit saya juga tidaklah putih nan mulus ala artis-artis pengiklan lotion di televisi, karena saya orang jawa tulen yang berkulit sawo matang dan tambah matang saja karena saya boak balik naik motor sehingga terpapar sinar UV. Hingga akhirnya muncul pertanyaan dalam diri saya sendiri, "sehatkan saya?"

Apa yang membuat saya berfikir demikian? Jadi suatu hari saat sedang iseng ngerjain tugas (???) saya menemukan sebuah artikel di situs VOAIndonesia dengan judul 'Obesitas Tingkatkan Resiko Kematian Penderita Kanker' (25-10-2012) yang menyatakan bahwa obesitas bisa meningkatkan resiko kematian pada penderita kanker. Nggak cuma itu sodara-sodara, dalam artikel itu juga dibilang kalo kelebihan berat badan bisa meningkatkan resiko diabetes, kanker usus besar, kanker prostat pada laki-laki, juga kanker endometrium, sejenis tumor rahim, pada perempuan. Dari situ saya berfikir, memiliki berat badan ideal tu bukan cuma masalah cantik, tapi lebih dari pada itu, SEHAT! lagian, indahkah dipandang mata orang yang nampak seperti yang sudah saya jelaskan tadi?.Terus apakah kurus berarti sehat karena terlalu kurus bisa jadi ciri-ciri orang yang kekurangan gizi dan juga bisa jadi indikator seseorang mengidap bulimia atau anoreksia yang merupakan gangguan emosional dan kejiwaan. Tentu, semua harus sesuai dengan porsinya, karena segala sesuatu yang berlebihan itu jelas nggak baik.

Saya bukan tidak percaya diri dengan badan saya, karena saya tipe orang yang berpendapat bahwa kepercayaan diri bukan hanya ditentukan dari bentuk badan, warna kulit, atau keelokan wajah. Tapi setiapkali melakukan aktivitas fisik yang agak berat, misalnya naik tangga 2 lantai, saya sudah ngos-ngosan karena badan saya yang agak gemuk. Setiap kali melihat wajah di cermin, saya melihat bahwa kulit saya sangat tidak sehat karena sel-sel kulit mati tidak terangkat dan (seperti yang sudah saya bahas di atas) penuh dengan pernak pernik. Dari situlah saya mengambil kesimpulan bahwa: cantik bisa menjadi salah satu parameter sehat!

Jadi bagi yang agamis dan senantiasa bersyukur atas karunia Tuhan, maka menjadi 'cantik' adalah sebuah kewajiban. Kewajiban karena menjaga dan merawat tubuh merupakan suatu bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Bayangkan betapa Tuhan telah mengkaruniakan tubuh yang sempurna, tapi kita tidak bersyukur dan tidak merawatnya, membiarkan kulit terpapar matahari dan membuatnya rusak, memakan apa saja yang ingin dimakan tanpa mempertimbangkan nikmat sehat (atau dampak jangka panjang dari apa yang kita makan), dan mengacuhkan tubuh seolah-olah merawat tubuh bukan bagian dari ibadah.

Bagi yang tidak peduli terhadap pendapat orang terhadap tampilan fisik dan menganggap bahwa eksistensi dan kebahagiaan tidak bisa diukur dari bentuk tubuh, maka menjadi 'cantik' bukanlah adalah suatu cara untuk diakui atau dihargai, tapi sebagai bagian dari menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup. Menjaga dan merawat diri adalah suatu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, bukan berarti peduli terhadap penilaian orang. 

Olah raga bukan cuma masalah cantik, tapi lebih dari itu, SEHAT!
(sumber gambar: ivierafitnesscenters.com)

 So, ayo jadi cantik! merawat diri, cuci muka sebelum tidur biar kotoran di wajah pada kabur, memakai payung dan masker ketika berada di bawah terik matahari, dan diet (alias mengatur pola makan dan makanan yang masuk ke tubuh) dan tak lupa olah raga agar berat badan ideal. Semua itu adalah hal yang dilakukan agar jadi cantik. Bukan untuk orang lain, tapi untuk kita sendiri agar kita tetap sehat, karena CANTIK ITU SEHAT...
Ngomong-ngomong soal tanda coret, ada salah seorang teman kuliah saya yang agak sensitif dengan kata 'wanita' karena kata tersebut berasal dari bahasa jawa 'WANI ditaTA', yakni perspektif jaman dulu mengenai perempuan sebagai sosok yang bisa ditata oleh laki-laki. Kalo kata 'cewek' itu artinya, wah, panjang kalo diceritain....

1 komentar:

  1. Waaah makasih yah sist … infonya.. bermanfaat banget buat saya
    jangan lupa kunjungi
    www.creampemutihkulitocie.blogspot.com yah
    #creampemutihkulit #creampemutih #krimpemutihkulit #krimpumutih #whiteningcream

    BalasHapus