Laman

Senin, 18 Juni 2012

UNYIL: Satu Cerita Berjuta Makna…


Pasti kita familiar banget sama karakter-karakter komik, animasi atau kartun dari negara-negara asing yang banyak ditayangin di stasiun televisi Indonesia.  Kalo dari Jepang ada Doraemon, Korea punya Peroro, Malaysia ekspansi dengan Ipin-Upin, dan Amerika terkenal dengan kartun SpongeBob-nya, maka sebenarnya Indonesia juga nggak kalah lho dari mereka, karena kita punya Si Unyil….


 Unyil dan Pak Raden, sumber gambar: Wikipedia


Meskipun tidak popular dikalangan anak-anak masa kini, Si Unyil sempat menjadi primadona di jamannya dan bahkan mampu mempengaruhi cara pandang dan cara berfikir, terutama anak-anak Indonesia. Sadar atau nggak, Si Unyil benar-benar telah menggambarkan karakteristik dan Budaya Indonesia yang tentunya sangat berbeda dari negara-negara lainnya.

Salah satu yang paling Indonesia yang digambarkan dari cerita Unyil adalah pakaiannya. Lihat saja si Unyil, dengan sarung kotak-kotak bersilang di leher ala orang mau ronda dan peci ala juragan jengkol, nggak ada yang bisa mengalahkan nuansa Betawi dari pakaiannya. Atau masih ingatkah dengan Pak Raden yang memadukan kumis ala orang Madura, pakaian dan blangkon ala orang Jawa Tengah dan cara bicara yang merupakan perpaduan kemedokan orang Jawa dan intonasi ala Sumatra? Begitu Indonesia dan tiada duanya. Apalagi Pak Raden suka banget tu buka-buka Primbonnya sebelum ngapa-ngapain, Begitu Jawa Begitu Indonesia.

yang paling Indonesia lainnya yang digambarkan dalam cerita Unyil adalah karakter Pak Ogah yang suka ngomong: “Cepek duulu doooong…”, mengingatkan pada sesuatu? Yup, dialah sosok yang suka mengawe-awekan tangannya sambil (memaksakan diri) mengatur jalan di persimbangan jalan Ibukota, yakni polisi cepek (sekarang udah bukan cepek lagi deng, jadinya seceng). Cuma di negara kita ada Internship yang beroperasi di jalan-jalan raya dan mendapatkan upah langsung dari para pengendara jalan. Meski mengganggu dan seringkali menimbulkan kemacetan, tapi polisi cepek (atau kalo sekarang udah jadi seceng) cukup dapat mengurangi angka pengangguran (lho?tidak pada tempatnya…).

dan yang paling Indonesia diantara yang paling Indonesia lainnya yang digambarkan dalam cerita Unyil, yang tidak tersurat tapi tersirat lewat interaksi-interkasi tokoh-tokohnya, yang bahkan presiden Obama sempat menyampaikannya dalam pidato ketika mengunjungi Indonesia, yang membuat petinggi negara-negara lain jauh-jauh studi banding dan datang ke Indonesia untuk mencari tau dan mendalaminya, dan pastinya sudah dihafal oleh rakyat Indonesia dari berbagai kalangan usia (kecuali BALITA tentunya) karena tertulis di bawah lambang-lambang Pancasila dalam Garuda Indonesia adalah:


 BHINEKA TUNGGAL IKA
(Terengteng: dengan backsound dramatis ala sinetron Indonesia)


Yup. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, ato bahasa Inggrisnya, “Unity in Diversity”... Berasal dari Bahasa Jawa Kuna dan terdapat dalam Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular, Bhineka Tunggal Ika memiliki makna yang begitu dalam dan begitu filosofis.  Ketika negara-negara Barat mengagungkan Liberalisme dan Pluralisme, Indonesia memiliki konsep persatuan yang lebih integrative karena tetap mementingkan dan menghormati perbedaan. Latar belakang Agama, Budaya, Bahasa, pakaian, bahkan pulau yang berbeda tidak kemudian dijadikan alasan untuk membuatnya menjadi satu, justru perbedaan itu dilestarikan karena perbedaan itulah yang menjadi karakteristik Bangsa kita. Karena itu, biarlah kita berbeda, karena toh satu jualah kita. Dalam perbedaan itu, terdapat satu kesatuan dan satu kesamaan. Jadi meski berbeda pulau, kita tetap satu tanah air. Meski berbeda suku dan budaya, kita tetap satu tumpah darah. Meskipun punya lagu-lagu daerah yang berbeda, kita tetap menyanyikan satu lagu kebangsaan yang sama ketik abendera dikibarkan. Meskipun bisa bahasa daerah yang berbeda-beda, kita tetap memiliki satu bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Itulah Bhineka Tunggal Ika versi interpretasi saya… 

Nah, seperti udah disinggung sebelumnya, moto Bhineka Tunggal Ika ini terrefleksikan dalam cerita si Unyil melalui interaksi-interaksi para tokoh-tokoh didalamnya. Desa Sukamaju dimana Unyil tinggal merupakan suatu desa yang homogeny dimana setiap warganya  memiliki latar belakang suku, budaya, agama, dan bahkan etnis yang berbeda. Tapi, meskipun berbeda, warga di desa Sukamaju menujukkan semangat persatuan, salah satunya adalah melalui Kerja Bakti yang dilakukan secara Gotong Royong demi kemajuan, kebersihan, dan ketertiban bersama.  Ketika melakukannya, mereka tidak lagi mempedulikan perbedaan latar belakang mereka, karena mereka melakukannya untuk dan demi tujuan bersama. Keren kan?Keren banget…


Unyil, Pak Raden, dan Pak Ogah bersama Sang Creator mereka, 
sumber gambar: antaranews.com


Unyil memang sudah tidak lagi eksis di stasiun televisi kita. Tapi dahulu, lewatnyalah anak-anak mendapatkan berbagai ilmu dan pemahaman, bukan hanya dalam hal pendidikan dan menjalani kehidupan, tapi juga bagaimana seharusnya kita bermasyarakat dan bernegara. Bagi saya, Unyil merupakan suatu mahakarya luar biasa  yang begitu berharga yang diciptakan oleh insan kreatif Indonesia. Karena itu, sudah seharusnya dan sudah selayaknya pencipta karakter-karakter dalam cerita Si Unyil mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari pemerintah dan dari masyarakat Indonesia. Semoga polemik hak cipta Unyil segera terselesaikan dan semoga, muncul generasi-generasi penerus yang mampu menciptakan karakter-karakter (baik berupa komik, kartun, atau animasi) yang tidak hanya menghibur, tapi juga mampu memasukkan nilai-nilai moral, budaya dan karakteristik Indonesia yang sudah mulai hilang dari Negeri kita tercinta, INDONESIA… Sudah banyak lho insan kreatif yang menunjukkan karya-karya luarbiasanya, sekarang tinggal kita sebagai penikmat yang harus mengapresiasi mereka.

Tulisan ini diikutsertakan dalam:


Sumber dan Bahan Tulisan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Si_Unyil

2 komentar:

  1. Semangat mengindonesiakan indonesia...
    semangat Indonesia!!
    salam anak negeri

    Blogwalking & Mengundang juga blogger Indonesia hadir di
    Lounge Event Tempat Makan Favorit Blogger+ Indonesia

    Salam Spirit Blogger Indonesia

    BalasHapus