Laman

Kamis, 28 Juni 2012

toto-chan...

-Sebenarnya, tulisan ini saya buat ketika saya sedang menemani ibu di rumah sakit kurang lebih satu setengah tahun yang lalu, namun karena situasi dan kondisi diri yang tidak menentu, saya baru bisa mempublikasikan ke blog sekarang-

Hampir seminggu saya menemani ibu di rumah sakit di Cisarua Bogor karena ibu mengidap radang paru-paru dan penyempitan pembuluh koroner, dan selama seminggu itu pula saya semakin menyadari suatu hal...

Sebelumnya akan saya kutip sebuah kalimat yang berasal dari sebuah buku dan diucapkan oleh seorang kepala suku di daerah Tanzania ketika dia bertemu dengan sang Toto-chan (Tetsuko Kuroyanagi, duta UNICEF dan penulis buku tersebut)
"Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka. Tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan, dibawah daun-daun pisang. Mempercayai kita, orang-orang dewasa”
Kalimat tersebut diucapkan karena anak-anak memang menjadi korban kekeringan dan kemiskinan di Tanzania, dan problematika yang telah menjadi polemik tersebut hingga kini masih belum juga terselesaikan.

Saya mungkin tidak benar-benar melihat anak-anak yang menjadi korban kemiskinan dan kekeringan secara langsung, tapi saya benar-benar melihat seorang anak yang meninggal dalam diam dan mempercayakan nyawanya kepada orang dewasa... entah siapa namanya, karena situasi memang tidak memungkinkan saya untuk mencari tahu. sang anak berumur kurang lebih 4 bulan, ia terkena diare hingga mengalami dehidrasi. anak itu mungkin tidak meninggal dibawah pohon pisang, tapi sungguh anak itu meninggal dalam diam. ketika saya menyaksikan dan melihat orang-orang dewasa yang mengeluh karena penyakit yang mereka derita, anak itu hanya diam kawan...

Ketika pertama kali sang anak masuk IGD pukul 06.30 pagi, anak itu pasrah dan diam, ketika akhirnya dibawa ke paviliun melati pukul 09.30 anak itu tetap pasrah dan menangis (karena memang itu satu-satunya hal yang bisa dia lakukan), sampai akhirnya ia meninggal pukul 11.30, dia tetap pasrah. dia diam, merelakan tubuhnya dicacah oleh jarum-jarum suntik. dia diam. mempercayai orang-orang dewasa disekelilingnya untuk mengobati dan mengusahakan yang terbaik yang mereka bisa, mempercayai ibu dan ayahnya untuk mendoakannya.

Dia diam. karena dia memang tidak berdaya untuk melakukan apa-apa. Dan ketika akhirnya Sang Penguasa mengambilnya, kita orang-orang dewasa tidak bisa berbuat apa-apa. (dan) mungkin seperti itulah kondisi Anak-anak di dunia (atau dalam lingkup yang lebih kecil, di Indonesia). Anak-anak seringkali menjadi korban. Korban peperangan, korban politik, korban kesenjangan, korban ketidakadilan, korban keegoisan. dan mereka hanya bisa diam. diam karena memang mereka tidak bisa berbuat apa. diam karena memang mereka tidak punya daya. dan (seharusnya) memang hanya kita orang dewasa yang bisa mengupayakan sesuatu untuk mereka. Namun apa daya, ternyata orang dewasa yang menjadi tumpuan justru seringkali mengeluhkan rasa sakitnya, jangankan mempercayakan nyawa pada mereka, tidak mendengar mereka mengeluh saja sudah merupakan hal yang luar biasa...

dan akhirnya, saya menyadari betapa seringnya saya mengeluh. Mengeluh karena sakit, mengeluh karena merasa susah, mengeluh karena yang saya inginkan tidak terpenuhi, dan saya terus-terusan mengeluh, tanpa henti, hanya memikirkan diri sendiri. Sampai sekarang saya masih melakukannya, dan saya masih belajar mengenai kata sederhana yang begitu sulit dilakukan dalam kehidupan nyata: Sabar, Ikhlas dan Syukur. Orang bilang, itu kunci kebahagiaan dan mungkin karena saya belum bisa melakukannya, saya belum merasa bahagia.

4 komentar:

  1. Tulisanmu menyayat2 hatiku, Nor.. hiks..
    Menjadi ibu itu.. humanisme nya,nurani, dan rasa empati itu jd tinggiiiii sekali. apalagi kalo menyangkut bayi dan anak2..

    BalasHapus
  2. aku juga masih keinget banget tu mba sama anak itu...dan jadi melas banget gara2 ngeliat ada anak tantrum (nangis sambil jerit2) malah ditriak-triakin dan dibentak-bentak sama ibunya...smeoga aku nanti nggak kaya' gitu...

    BalasHapus
  3. Masukkan komentar Anda..
    Postingan ini bagus banget

    BalasHapus