Laman

Selasa, 26 Juni 2012

SAMPAH Juga Bisa Berguna


Disini sampah….

  (sumber gambar: km.itb.ac.id)

Disana sampah….

 (sumber gambar: sekarsariningsih.blogspot.com)

Dimana-mana kulihat sampah….

 (sumber gambar: waspada.co.id)

Sampah benar-benar telah menghantui bumi kita, dia ada dimana-mana, di rumah, di jalan, di sungai, bahkan di laut… Sudah banyak korban-korban tak berdosa yang bergelimpangan karena sampah, mulai dari tanah, tumbuhan, bahkan hewan … Bayangkan, dibutuhkan setidaknya 500 tahun bagi tanah untuk bisa menguraikan sampah plastic, artinya, kalo saya nyimpen plastic di rumah, trus saya mendiamkannya begitu saja, maka niscaya cicit dan generasi setelah cicit saya masih bisa melihat tu sampah plastic… wow, betapa ‘sampah’-nya sampah itu. Saya sendiri pusing nggak karu-karuan ngeliat sampah, mana rumah deket BKT (Banjir Kanal Timur) dimana banyak orang yang membuang sampahnya di sana, walhasil BKT jadi BAU, airnya ITEM, dan yang lebih parah dan mengganggu kesehatan, jadi banyak NYAMUK. Sampah oh sampah...

 Salah satu korban kekejaman sampah...

Meski sampah memiliki cuku banyak dampak negative apalagi kalo dibuang sembarangan, ada juga dampak positifnya, misalnya saja bagi para pemulung… mereka bisa hidup karena sampah dan sampah menjadi satu-satunya ladang mereka untuk bekerja, meskipun lagi-lagi sampah juga menjadi factor resiko bagi mereka untuk terkena berbagai macam penyakit karena kuman dan bakteri yang menemani si sampah… Selain pemulung, adalagi yang menjadikan sampah memiliki dampak positif, yakni, para peneliti dari Instutus Teknologi Sepuluh November Surabaya alias ITS… Pasti pada heran, saya juga sempet heran, sampah? Di jadiin penelitian? Kok bisa?

Jadi, ditengah krisis energi yang mulai dialami dunia dan permasalahan sampah yang merusak keseimbangan bumi dan ekosistemnya, terdapat peneliti-peneliti luar biasa yang mengembangkan pembangkit listrik yang menggunakan sumber atau tenaga yang unik. Ada yang bisa tebak? Tenaga Angin? Sudah biasa…Tenaga Nuklir? Beresiko…  Tenaga BBM? Bis a habis nanti sumbernya …kalo tenaga sampah? Itu baru hebat, dan yang lebih hebat, ide itu muncul dari para peneliti di negara kita tercinta Indonesia, tepatnya peneliti dari ITS Surabaya. Woooowww….. (prok prok prok)

Sebagaimana dilangsir dalam VOA Indonesia 22 Juni 2012, para peneliti dari ITS melakukan suatu penelitian dan pengembangan sumber energi yang dapat dijadikan pembangkit Listrik, uniknya sumber energy itu adalah sampah… Keren banget ya, penelitian dan pengembangan PLT Sampah itu akhirnya nggak juma mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk dan terbengkalai, tapi juga jadi solusi krisis energy yang mulai menimpa bumi. Salut banget deh sama tim penelitian dan pengembangan PLT Sampah ITS, karena mereka benar-benar telah menunjukkan pendidikan yang memberikan solusi dan  bentuk nyata pengabdian terhadap masyarakata.

Selain dengan PLT Sampah, sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah agar tidak menjadi polutan yang mengancam kelangsungan ekosistem. Salah satunya, daur ulang… sudah cukup banyak lho produk-produk hasil daur ulang sampah yang kreatif dan berdaya guna….

 Siapa sangka plastik-plastik sisa kemasan bisa jadi tas jinjing berguna macam ini? Begitu kreatif! (Sumber: desawisatasidoakur.wordpress.com)


 Sisa botol minuman soda disulap jadi tempat cantik ini (Sumber: kitadaurulang.blogspot.com)

Itu baru dua, tapi sebenarnya di Indonesia sudah banyak produk-produk kreatif hasil daur ulang yang dibuat oleh industri rumah tangga…Trus kita sebagai pelajar atau mahasiswa atau ibu rumah tangga atau siapapun yang nggak bisa ndaur ulang bisa apa dong??? Cukup mudah sebenarnya yang bisa kita lakukan. Saya sendiri BERUSAHA untuk selalu MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA, terus saya juga berusaha untuk membawa tas sendiri, jadi nggak perlu kantong plastik kalo belanja, dan terakhir PISAHKAN SAMPAH ORGANIK dan SAMPAH NONORGANIK karena dengan memisahkannya, kita sudah sangat membantu dan memudahkan mereka-mereka yang melakukan daur ulang dan pemulung-pemulung juga. Selain itu, akan lebih baik lagi jika kita mengurangi penggunaan sampah-sampah nonorganik yang memang sulit diurai oleh tanah dan bumi kita tercinta…

Karena ini adalah bumi kita, kalo bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?

2 komentar:

  1. susah banget misahin sampah organik sama nonorganik, apalagi kalo tempat sampah yang ada di jaalanan juga cuma satu...

    BalasHapus
  2. iya juga sih, saya juga mengalaminya... setidaknya, di rumah kita bisa mulai membiasakannya...

    BalasHapus