Halaman

Jumat, 29 Juni 2012

Headlight

Satu lagi lagu dari Monkey Majik yang saya suka, judulnya headlight...


Seperti biasa, saya suka video clip-nya, suka suaranya Blaise, suka sama lagunya, suka sama arransement-nya, suka sama liriknya, suka semuanya pokoknya...

Kamis, 28 Juni 2012

toto-chan...

-Sebenarnya, tulisan ini saya buat ketika saya sedang menemani ibu di rumah sakit kurang lebih satu setengah tahun yang lalu, namun karena situasi dan kondisi diri yang tidak menentu, saya baru bisa mempublikasikan ke blog sekarang-

Hampir seminggu saya menemani ibu di rumah sakit di Cisarua Bogor karena ibu mengidap radang paru-paru dan penyempitan pembuluh koroner, dan selama seminggu itu pula saya semakin menyadari suatu hal...

Sebelumnya akan saya kutip sebuah kalimat yang berasal dari sebuah buku dan diucapkan oleh seorang kepala suku di daerah Tanzania ketika dia bertemu dengan sang Toto-chan (Tetsuko Kuroyanagi, duta UNICEF dan penulis buku tersebut)
"Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka. Tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan, dibawah daun-daun pisang. Mempercayai kita, orang-orang dewasa”
Kalimat tersebut diucapkan karena anak-anak memang menjadi korban kekeringan dan kemiskinan di Tanzania, dan problematika yang telah menjadi polemik tersebut hingga kini masih belum juga terselesaikan.

Saya mungkin tidak benar-benar melihat anak-anak yang menjadi korban kemiskinan dan kekeringan secara langsung, tapi saya benar-benar melihat seorang anak yang meninggal dalam diam dan mempercayakan nyawanya kepada orang dewasa... entah siapa namanya, karena situasi memang tidak memungkinkan saya untuk mencari tahu. sang anak berumur kurang lebih 4 bulan, ia terkena diare hingga mengalami dehidrasi. anak itu mungkin tidak meninggal dibawah pohon pisang, tapi sungguh anak itu meninggal dalam diam. ketika saya menyaksikan dan melihat orang-orang dewasa yang mengeluh karena penyakit yang mereka derita, anak itu hanya diam kawan...

Ketika pertama kali sang anak masuk IGD pukul 06.30 pagi, anak itu pasrah dan diam, ketika akhirnya dibawa ke paviliun melati pukul 09.30 anak itu tetap pasrah dan menangis (karena memang itu satu-satunya hal yang bisa dia lakukan), sampai akhirnya ia meninggal pukul 11.30, dia tetap pasrah. dia diam, merelakan tubuhnya dicacah oleh jarum-jarum suntik. dia diam. mempercayai orang-orang dewasa disekelilingnya untuk mengobati dan mengusahakan yang terbaik yang mereka bisa, mempercayai ibu dan ayahnya untuk mendoakannya.

Dia diam. karena dia memang tidak berdaya untuk melakukan apa-apa. Dan ketika akhirnya Sang Penguasa mengambilnya, kita orang-orang dewasa tidak bisa berbuat apa-apa. (dan) mungkin seperti itulah kondisi Anak-anak di dunia (atau dalam lingkup yang lebih kecil, di Indonesia). Anak-anak seringkali menjadi korban. Korban peperangan, korban politik, korban kesenjangan, korban ketidakadilan, korban keegoisan. dan mereka hanya bisa diam. diam karena memang mereka tidak bisa berbuat apa. diam karena memang mereka tidak punya daya. dan (seharusnya) memang hanya kita orang dewasa yang bisa mengupayakan sesuatu untuk mereka. Namun apa daya, ternyata orang dewasa yang menjadi tumpuan justru seringkali mengeluhkan rasa sakitnya, jangankan mempercayakan nyawa pada mereka, tidak mendengar mereka mengeluh saja sudah merupakan hal yang luar biasa...

dan akhirnya, saya menyadari betapa seringnya saya mengeluh. Mengeluh karena sakit, mengeluh karena merasa susah, mengeluh karena yang saya inginkan tidak terpenuhi, dan saya terus-terusan mengeluh, tanpa henti, hanya memikirkan diri sendiri. Sampai sekarang saya masih melakukannya, dan saya masih belajar mengenai kata sederhana yang begitu sulit dilakukan dalam kehidupan nyata: Sabar, Ikhlas dan Syukur. Orang bilang, itu kunci kebahagiaan dan mungkin karena saya belum bisa melakukannya, saya belum merasa bahagia.

Selasa, 26 Juni 2012

SAMPAH Juga Bisa Berguna


Disini sampah….

  (sumber gambar: km.itb.ac.id)

Disana sampah….

 (sumber gambar: sekarsariningsih.blogspot.com)

Dimana-mana kulihat sampah….

 (sumber gambar: waspada.co.id)

Sampah benar-benar telah menghantui bumi kita, dia ada dimana-mana, di rumah, di jalan, di sungai, bahkan di laut… Sudah banyak korban-korban tak berdosa yang bergelimpangan karena sampah, mulai dari tanah, tumbuhan, bahkan hewan … Bayangkan, dibutuhkan setidaknya 500 tahun bagi tanah untuk bisa menguraikan sampah plastic, artinya, kalo saya nyimpen plastic di rumah, trus saya mendiamkannya begitu saja, maka niscaya cicit dan generasi setelah cicit saya masih bisa melihat tu sampah plastic… wow, betapa ‘sampah’-nya sampah itu. Saya sendiri pusing nggak karu-karuan ngeliat sampah, mana rumah deket BKT (Banjir Kanal Timur) dimana banyak orang yang membuang sampahnya di sana, walhasil BKT jadi BAU, airnya ITEM, dan yang lebih parah dan mengganggu kesehatan, jadi banyak NYAMUK. Sampah oh sampah...

 Salah satu korban kekejaman sampah...

Meski sampah memiliki cuku banyak dampak negative apalagi kalo dibuang sembarangan, ada juga dampak positifnya, misalnya saja bagi para pemulung… mereka bisa hidup karena sampah dan sampah menjadi satu-satunya ladang mereka untuk bekerja, meskipun lagi-lagi sampah juga menjadi factor resiko bagi mereka untuk terkena berbagai macam penyakit karena kuman dan bakteri yang menemani si sampah… Selain pemulung, adalagi yang menjadikan sampah memiliki dampak positif, yakni, para peneliti dari Instutus Teknologi Sepuluh November Surabaya alias ITS… Pasti pada heran, saya juga sempet heran, sampah? Di jadiin penelitian? Kok bisa?

Jadi, ditengah krisis energi yang mulai dialami dunia dan permasalahan sampah yang merusak keseimbangan bumi dan ekosistemnya, terdapat peneliti-peneliti luar biasa yang mengembangkan pembangkit listrik yang menggunakan sumber atau tenaga yang unik. Ada yang bisa tebak? Tenaga Angin? Sudah biasa…Tenaga Nuklir? Beresiko…  Tenaga BBM? Bis a habis nanti sumbernya …kalo tenaga sampah? Itu baru hebat, dan yang lebih hebat, ide itu muncul dari para peneliti di negara kita tercinta Indonesia, tepatnya peneliti dari ITS Surabaya. Woooowww….. (prok prok prok)

Sebagaimana dilangsir dalam VOA Indonesia 22 Juni 2012, para peneliti dari ITS melakukan suatu penelitian dan pengembangan sumber energi yang dapat dijadikan pembangkit Listrik, uniknya sumber energy itu adalah sampah… Keren banget ya, penelitian dan pengembangan PLT Sampah itu akhirnya nggak juma mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk dan terbengkalai, tapi juga jadi solusi krisis energy yang mulai menimpa bumi. Salut banget deh sama tim penelitian dan pengembangan PLT Sampah ITS, karena mereka benar-benar telah menunjukkan pendidikan yang memberikan solusi dan  bentuk nyata pengabdian terhadap masyarakata.

Selain dengan PLT Sampah, sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah agar tidak menjadi polutan yang mengancam kelangsungan ekosistem. Salah satunya, daur ulang… sudah cukup banyak lho produk-produk hasil daur ulang sampah yang kreatif dan berdaya guna….

 Siapa sangka plastik-plastik sisa kemasan bisa jadi tas jinjing berguna macam ini? Begitu kreatif! (Sumber: desawisatasidoakur.wordpress.com)


 Sisa botol minuman soda disulap jadi tempat cantik ini (Sumber: kitadaurulang.blogspot.com)

Itu baru dua, tapi sebenarnya di Indonesia sudah banyak produk-produk kreatif hasil daur ulang yang dibuat oleh industri rumah tangga…Trus kita sebagai pelajar atau mahasiswa atau ibu rumah tangga atau siapapun yang nggak bisa ndaur ulang bisa apa dong??? Cukup mudah sebenarnya yang bisa kita lakukan. Saya sendiri BERUSAHA untuk selalu MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA, terus saya juga berusaha untuk membawa tas sendiri, jadi nggak perlu kantong plastik kalo belanja, dan terakhir PISAHKAN SAMPAH ORGANIK dan SAMPAH NONORGANIK karena dengan memisahkannya, kita sudah sangat membantu dan memudahkan mereka-mereka yang melakukan daur ulang dan pemulung-pemulung juga. Selain itu, akan lebih baik lagi jika kita mengurangi penggunaan sampah-sampah nonorganik yang memang sulit diurai oleh tanah dan bumi kita tercinta…

Karena ini adalah bumi kita, kalo bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?

Senin, 18 Juni 2012

UNYIL: Satu Cerita Berjuta Makna…


Pasti kita familiar banget sama karakter-karakter komik, animasi atau kartun dari negara-negara asing yang banyak ditayangin di stasiun televisi Indonesia.  Kalo dari Jepang ada Doraemon, Korea punya Peroro, Malaysia ekspansi dengan Ipin-Upin, dan Amerika terkenal dengan kartun SpongeBob-nya, maka sebenarnya Indonesia juga nggak kalah lho dari mereka, karena kita punya Si Unyil….


 Unyil dan Pak Raden, sumber gambar: Wikipedia


Meskipun tidak popular dikalangan anak-anak masa kini, Si Unyil sempat menjadi primadona di jamannya dan bahkan mampu mempengaruhi cara pandang dan cara berfikir, terutama anak-anak Indonesia. Sadar atau nggak, Si Unyil benar-benar telah menggambarkan karakteristik dan Budaya Indonesia yang tentunya sangat berbeda dari negara-negara lainnya.

Salah satu yang paling Indonesia yang digambarkan dari cerita Unyil adalah pakaiannya. Lihat saja si Unyil, dengan sarung kotak-kotak bersilang di leher ala orang mau ronda dan peci ala juragan jengkol, nggak ada yang bisa mengalahkan nuansa Betawi dari pakaiannya. Atau masih ingatkah dengan Pak Raden yang memadukan kumis ala orang Madura, pakaian dan blangkon ala orang Jawa Tengah dan cara bicara yang merupakan perpaduan kemedokan orang Jawa dan intonasi ala Sumatra? Begitu Indonesia dan tiada duanya. Apalagi Pak Raden suka banget tu buka-buka Primbonnya sebelum ngapa-ngapain, Begitu Jawa Begitu Indonesia.

yang paling Indonesia lainnya yang digambarkan dalam cerita Unyil adalah karakter Pak Ogah yang suka ngomong: “Cepek duulu doooong…”, mengingatkan pada sesuatu? Yup, dialah sosok yang suka mengawe-awekan tangannya sambil (memaksakan diri) mengatur jalan di persimbangan jalan Ibukota, yakni polisi cepek (sekarang udah bukan cepek lagi deng, jadinya seceng). Cuma di negara kita ada Internship yang beroperasi di jalan-jalan raya dan mendapatkan upah langsung dari para pengendara jalan. Meski mengganggu dan seringkali menimbulkan kemacetan, tapi polisi cepek (atau kalo sekarang udah jadi seceng) cukup dapat mengurangi angka pengangguran (lho?tidak pada tempatnya…).

dan yang paling Indonesia diantara yang paling Indonesia lainnya yang digambarkan dalam cerita Unyil, yang tidak tersurat tapi tersirat lewat interaksi-interkasi tokoh-tokohnya, yang bahkan presiden Obama sempat menyampaikannya dalam pidato ketika mengunjungi Indonesia, yang membuat petinggi negara-negara lain jauh-jauh studi banding dan datang ke Indonesia untuk mencari tau dan mendalaminya, dan pastinya sudah dihafal oleh rakyat Indonesia dari berbagai kalangan usia (kecuali BALITA tentunya) karena tertulis di bawah lambang-lambang Pancasila dalam Garuda Indonesia adalah:


 BHINEKA TUNGGAL IKA
(Terengteng: dengan backsound dramatis ala sinetron Indonesia)


Yup. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua, ato bahasa Inggrisnya, “Unity in Diversity”... Berasal dari Bahasa Jawa Kuna dan terdapat dalam Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular, Bhineka Tunggal Ika memiliki makna yang begitu dalam dan begitu filosofis.  Ketika negara-negara Barat mengagungkan Liberalisme dan Pluralisme, Indonesia memiliki konsep persatuan yang lebih integrative karena tetap mementingkan dan menghormati perbedaan. Latar belakang Agama, Budaya, Bahasa, pakaian, bahkan pulau yang berbeda tidak kemudian dijadikan alasan untuk membuatnya menjadi satu, justru perbedaan itu dilestarikan karena perbedaan itulah yang menjadi karakteristik Bangsa kita. Karena itu, biarlah kita berbeda, karena toh satu jualah kita. Dalam perbedaan itu, terdapat satu kesatuan dan satu kesamaan. Jadi meski berbeda pulau, kita tetap satu tanah air. Meski berbeda suku dan budaya, kita tetap satu tumpah darah. Meskipun punya lagu-lagu daerah yang berbeda, kita tetap menyanyikan satu lagu kebangsaan yang sama ketik abendera dikibarkan. Meskipun bisa bahasa daerah yang berbeda-beda, kita tetap memiliki satu bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Itulah Bhineka Tunggal Ika versi interpretasi saya… 

Nah, seperti udah disinggung sebelumnya, moto Bhineka Tunggal Ika ini terrefleksikan dalam cerita si Unyil melalui interaksi-interaksi para tokoh-tokoh didalamnya. Desa Sukamaju dimana Unyil tinggal merupakan suatu desa yang homogeny dimana setiap warganya  memiliki latar belakang suku, budaya, agama, dan bahkan etnis yang berbeda. Tapi, meskipun berbeda, warga di desa Sukamaju menujukkan semangat persatuan, salah satunya adalah melalui Kerja Bakti yang dilakukan secara Gotong Royong demi kemajuan, kebersihan, dan ketertiban bersama.  Ketika melakukannya, mereka tidak lagi mempedulikan perbedaan latar belakang mereka, karena mereka melakukannya untuk dan demi tujuan bersama. Keren kan?Keren banget…


Unyil, Pak Raden, dan Pak Ogah bersama Sang Creator mereka, 
sumber gambar: antaranews.com


Unyil memang sudah tidak lagi eksis di stasiun televisi kita. Tapi dahulu, lewatnyalah anak-anak mendapatkan berbagai ilmu dan pemahaman, bukan hanya dalam hal pendidikan dan menjalani kehidupan, tapi juga bagaimana seharusnya kita bermasyarakat dan bernegara. Bagi saya, Unyil merupakan suatu mahakarya luar biasa  yang begitu berharga yang diciptakan oleh insan kreatif Indonesia. Karena itu, sudah seharusnya dan sudah selayaknya pencipta karakter-karakter dalam cerita Si Unyil mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari pemerintah dan dari masyarakat Indonesia. Semoga polemik hak cipta Unyil segera terselesaikan dan semoga, muncul generasi-generasi penerus yang mampu menciptakan karakter-karakter (baik berupa komik, kartun, atau animasi) yang tidak hanya menghibur, tapi juga mampu memasukkan nilai-nilai moral, budaya dan karakteristik Indonesia yang sudah mulai hilang dari Negeri kita tercinta, INDONESIA… Sudah banyak lho insan kreatif yang menunjukkan karya-karya luarbiasanya, sekarang tinggal kita sebagai penikmat yang harus mengapresiasi mereka.

Tulisan ini diikutsertakan dalam:


Sumber dan Bahan Tulisan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Si_Unyil

Minggu, 10 Juni 2012

Ayu Ting-Ting dan Suneo

Suatu minggu pagi yang cerah, saya lagi liat kartun Doraemon di salah satu televisi swasta, sebut saja RCTI (maaf, tidak berminat melakukan sensor). Seperti yang sudah diketahui oleh jutaan masyarakat Indonesia dari berbagai usia, semua tokoh Doraemon diisi suaranya oleh orang Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia pula tentunya...

Nah, ditengah-tengah kartun itu, tiba-tiba Suneo menyanyikan lagu yang lagi 'hot-hot'nya di Indonesia, yakni "kesana kemaaari membawa alamat...", yup, Ayu Ting-Ting. Konyol banget sumpah....pantesan anak SD yang suka lewat depan rumah pada hobi betul nyanyiin tu lagu, lha wong dimana-mana didendangkan, bahkan oleh si Suneo...

reaksi pertama saya pas denger sih ketawa, tapi lama-lama saya prihatin... ckckck... lagi-lagi, hak anak-anak direnggut... trus saya mikir, saya bisa apa?

BTW, si Ayu Ting-Ting itu kalo diperhatiin mirip betul sama leader-nya girlband Secret asal Korea yang namanya Hyosung deh...



Ayu Ting-Ting yang mirip Hyosung, sumber: tribunnews.com
Hyosung yang mirip sama Ayu Ting-Ting, sumber: hellokpop.com


Suneo yang gak ada mirip2nya sama mereka berdua, sumber: doraemon.wikia.com