Laman

Selasa, 16 November 2010

The Historian

Sejarah bukan hanya deretan angka atau kumpulan nama tokoh dan peristiwa, sejarah juga bukan rentetan euforia kemenangan dan kejayaan semata. Sejarah ada sebuah realitas perjuangan, tentang kerja keras dan pengorbanan, tentang strategi dan kecerdasan. Menguasai sejarah bukan berarti terlena dalam kejayaan masa lampau dan hanyut dalam romantisme perjuangan, tapi dengan menguasai sejarah, seseorang  dapat memaknai setiap langkah yang diambil untuk menata hidupnya. Karena barang siapa menguasai sejarah, maka ia menguasai dunia...

Hal itu yang saya pelajari ketika membaca novel berjudul The Historian (sang sejarawan) karya Elizabeth Kostova (info lebih lengkap kunjungi situs ini atau ini). Novel tersebut bercerita tentang perjalanan Sejarawan dalam mengungkap misteri keberadaap Vlad Ţepeş atau dikenal juga sebagai Dracula. Sebenarnya bukan novel itu yang ingin saya ulas, yang ingin saya ulas adalah tentang bagaimana sang penulis mengungapkan dan mendeskripsikan fakta dan data terkait keberadaan Vlad Ţepeş dan Ottoman Empire. Awal-awal membaca novel ini, saya terlena dengan alur dan fakta-fakta sejarahnya, menelan mentah-mentah apa yang ditulis oleh sang penulis. Tapi ketika sang penulis mulai mendeskripsikan Ottoman Empire, saya mulai agak gerah... Tidak secara langsung dituliskan memang, tapi Ottoman Empire digambarkan sebagai sebuah dinasti  kejam yang suka menyiksa dan menindas, tidak berperikemanusiaan dan bar-bar. Sebenarnya tidak ada kata2 yang memojokkan agama  tertentu dalam novel ini, tapi jika mendengan kata Ottoman Empire, orang tentu akan langsung mengaitkannya dengan Islam. Yah, saya tidak menyalahkan sang penulis sebenarnya, karena memang begitulah para orientalis seringkali menulis tentang Islam, hanya saja saya mengkhawairkan para pembacanya. Bayangkan jika para pembaca menelan mentah-mentah pendeskripsian sang penulis tentang Ottoman Empire, maka  saya mengkhawatirkan skema syang akan berkembang dikalangan para pembaca novel ini tentang Islam...

Kata-kata 'Barangsiapa menguasai sejarah, maka ia menguasai dunia' saya pikir merupakan kata-kata yang  tepat untuk mendeskripsikan fenomena ini. Bayangkan bentuk doktrinasi dan propaganda yang bisa dilakukan dengan melakukan manipulasi terhadap sejarah. Penyimpangan dan manipulasi sejarah bisa saja menumbuhkan kebencian dan dendam, menyulut pertengkaran dan peperangan. Karena itu, kuasailah sejarah, tegakkan dan sebarkan kebenaran sejarah seperti Sailormoon yang menegakkan kebenaran dan cinta dengan kekuatan bulan(haduh, udah mulai ngelantur!). Atau kalo malas menegakkan dan menyebarkan kebenaran sejarah, pelajarilah sejarah agar kita tidak tersesat dalam menginterpretasi sejarah, dan yang lebih penting, agar kita belajar nilai-nilai kebenaran sejarah dan mampu mencontoh atau bahkan melebihi sejarah....

Dibawah naungan suara Adzan, Malem Takbiran...
Gara2 nulis tentang Dracula jadi takut mo keluar kamar, mana di rumah sendirian...
mulai nggak penting ni tulisan...
ya sudahlah...
btw, idul adha adalah ulang tahun hijriyah saya...
hidup sejarah!!!



4 komentar:

  1. heh brul.. jangan kebnayakan mimpi apalagi ngarep.. tapi mending lo post ini lah daripada lima menara..yg bikin hopeless..hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...sebenernya, ni postingan lebih nggak realistis daripada buku2 pemberi semangat dan harapan palsu...

      Hapus
  2. tapi sejarah kekhilafahan itu memang tidak melulu 'manis', memang ada bagian kelamnya kok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu yang bikin sedih...saya jadi mikir, itu beneran ngggak ya? masa' sih sebegitunya??

      Hapus